MAKALAH ILMU GIZI

DAFTAR ISI

Halaman Judul .......................................................................................................   i
Kata Pengantar ...................................................................................................... ii
Daftar isi ................................................................................................................. iii
BAB I     PENDAHULUAN .................................................................................. 1
a.      Latar Belakang ....................................................................................... 1
b.      Batasan Masalah .................................................................................... 1
BAB II   PEMBAHASAN ..................................................................................... 2
a.      OBESITAS .............................................................................................. 2
b.      Kurang Energi Protein (KEP) ............................................................... 4
BAB III  PENUTUP ............................................................................................... 6
a.      Kesimpulan ............................................................................................ 6
b.      Saran ........................................................................................................ 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 7













BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan syarat mutlak menuju pembangunan di segala bidang status gizi. Faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas SDM terutama yang terkait dengan kecerdasan dan kreativitas.

B.     BATASAN MASALAH
Dalam menyusun makalah ini penyusun membatasi masalah dalam penyakit OBESITAS dan KEP


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    OBESITAS
1.      Pengertian
OBESITAS adalah keadaan patologis dengan terdapatnya penimubnan lemak yang berlebihan daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Maslah gizi karena berlebihan kalori biasanya disertai kelebihan lemak dan protein hewani. Kelebihan gula dan garam, tetapi terjadi kelebihan serat dan mikro-nutrien yang kelak dapat merupakan faktor risiko terjadinya berbagai jenis penyakit Degmantif seperti diabetes Melitus, penmyakit jantung koroner, hipertensi, reumatik, dan berbagai jenis penyakit keganasan dan gangguan kesehatan lain yang akan memerlukan biaya pengobatan yang sangat besar.
Berdasarkan diologinya, umumnya OBESITAS dibagi menjadi :
1.      OBESITAS Primer : disebabkan faktor nutrisi dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi masukan makanan, yaitu masukan makanan berlebihan dibanding dengan kebutuhan energi yang diperlukan tubuh.
2.      OBESITAS Sekunder : yang disebabkan adanya penyakit /kelainan kongenital atau kondisi lain.
Menurut patogenesis dapat dibagi menjadi dua golongan :
a.      Regulatory Obsity : gangguan primernya berada pada pusat yang mengatur masukan makanan.
b.      OBESITAS Metabolik : kelainan pada metabolisme lemak dan karbohidrat.



2.      Tanda dan Gejala
Anak terlihat sangat gemuk dan umumnya lebih tinggi daripada anak normal seumur. Sering terlihat dagu yang berganda. Buah dada seolah-olah berkembang, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat. Kedua tungkainya umumnya berbentuk X dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel menyebabkan laserasi dan ubserasi yang dapat menimbulkan bau yang kurang sedap. Pada anak laki-laki, penisnya terlihat kecil karena sebagian organ tersebut tersembunyi dalam jaringan lemak pubis.
3.      Hal yang Harus Dilakukan
Umumnya pengobatan pada OBESITAS ditujukan pada pogram perbaikan gizi. Namun demikian perlu diperhatikan pula tentang faktor psikososial yang mengizinkan atau memperkuat setiap anak untuk makan banyak dan kurang bergerak. Untuk itu penanganan OBESITAS melibatkan dokter anak, psikolog perkembangan, psikiater anak, pekerja sosial, ahli gizi, dan perawat. Keterlibatan keluarga adalah mutlak perlu untuk keberhasilan terapi.
Untuk meningkatkan penggunaan energi, latihan jasmani yang lebih intensif menjadi pilihan pertama. Pilihlah kegiatan yang disukai anak tersebut sesuai dengan umurnya.
Perhatikan faktor lingkungan. Bilamana terdapat gangguan emosional, maka psikoterapi diperlukan.







B.     KURANG ENERGI PROTEIN
1.      Pengertian
Kurang energi protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-sehari sehingga tidak memenuhi angka kebutuhan gizi (AKG).
2.      Gejala Klinis dan Tanda
KEP berat secara klinis terdapat 3 tipe yaitu kerashiorker, maramus, dan maraswik – kwashiorkor. KEP ringan atau sedang disertai edema yang bahan karena penyakit lain disebut KEP berat tipe kerashiorker.
a.      KEP berat tipe maramus
o   Tampak sangat kurus, hingga tulang terbungkus kulit.
o   Wajah seperti orang tua
o   Cengeng, rewel
o   Perut cekung.
b.      KEP berat tipe maraswik – krashiorkor
Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan maramus, dengan BB/U < 6% baku median WHO-NCHS disertai edema yang tidak mencolok
c.      KEP berat tipe kerashiorker
o   Wajah membalut dan sembab
o   Perubahan status mental
o   Otot mengecil
o   Sering disertai : infeksi, anemia, diare.
o   Pembesaran hati
o   Edema, umumnya seluruh tubuh  dan terutama pada kaki
o   Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok.

3.      Hal - hal yang harus dilakukan
Pasien KEP berat dirawat inap dengan pengobatan rutin
a.      Atasi / cegah hipotermia
Bila suhu < 35o C
b.      Atasi / cegah dehidrasi
Jangan menggunakan jalur intra vena untuk rehidrasi kecuali keadaan syok. Lakukan pemberian cairan infus. Gunakan larutan garam khusus yaitu Resomal.
c.      Atasi / cegah hipoglikemia
Periksa kadar gula darah bila ada hipotermia (suhu aksla < 35o, suhu rektal 35,5o C).
Pemberian makanan yang lebih sering penting untuk mencegah kedua kondisi tersebut.
d.      Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
e.      Obati / cegah infeksi
f.       Koreksi defisiensi nutrisi mikro
g.      Mulai pemberian makanan
h.      Fasilitas tambah lugas (pel masa pemulihan)












BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Penyakit OBESITAS dan Kurang Energi Protein (KEP) merupakan penyakit yang diakibatkan karena kurangnya gizi. Banyak gejala-gejala dan tanda-tanda yang bisa menerangkan tentang penyakit OBESITAS dan KEP. Penyakit ini pasti ada dan terjadi pada kalangan keluarga-keluarga, penyakit bisa karena ibu, anak itu sendiri, dan ataupun lingkungan. Dalam hal ini seorang perawat anak yang memegang utama tentang binaan anak sehat tanpa penyakit gizi.

B.     SARAN
Kita harus mengerti, tahu, dan memahami apa OBESITAS dan KEP dan cara pencegahannya. Kalau kita semua tahu mungkin anak-anak ataupun orang lain akan aman dari penyakit tersebut. Oleh karena itu kita harus menjaga anak maupun keluarga kita dalam hal pemenuhan gizi yang baik agar anak lebih sehat.












DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, arif. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN. Edisi III jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius, 2000.
MAKALAH ILMU GIZI MAKALAH ILMU GIZI Reviewed by bagus prio on 22.38 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.